Category Archives: Mechanical

Batubara atau Gas? Lebih Effisien atau Lebih Murah?

Lebih murah atau lebih effisien, listrik dari PLTU bahan bakar Batubara atau Combined Cycle Power Plant  atau (PLTGU) bahan bakar gas? Pertanyaan ini adalah sering kita dengar di dunia ketenagalistrikan khususnya disisi owner atau konsultan pembangkit. Untuk menjawab pertanyaan tersebut,

LNG Receiving Terminal – Introduction

Liquified Natural Gas atau LNG merupakan bentuk cair (liquid) dari gas alam. Berbeda dengan LPG, LNG memiliki metana sebagai unsur utama penyusunnya. LNG dibentuk melalui proses yang disebut liquefaction, yaitu mendinginkan gas alam hingga titik embunnya ( sekitar -160 derajat

Kualitas Udara Bertekanan (Compressed Air) Menurut ISO 8573-1 2010 Dan Penggunaannya

Compressed air system pada Pembangkit listrik (power plant) dibutuhkan untuk beberapa penggunaan diantaranya sebagai berikut: Instrument Air,   dibutuhkan untuk operasi Pneumatic Valve pada Power plant. Transport air,   pada power plant digunakan  pada fly ash handling system atau limestone handling system

Mengapa PLTU Supercritical lebih effisien?

Saat ini, effisiensi energi merupakan tema yang tidak dapat dipisahkan di setiap pembangunan di negara berkembang maupun negara maju. Di dunia ketenagalistrikan pun, tema effisiensi energi ini selalu digaungkan, termasuk didalamnya pemilihan jenis powerplant (pembangkit listrik).  Semakin effisien suatu jenis

Desain Pressure dan Wall Thickness Pipa Menurut ASME B31.1 Power Piping

Salah satu tahapan penting dalam mendesain pipa setelah ditentukan dimensi (diameter) pipa oleh Process Engineer, adalah menghitung wall thickness/ketebalan pipa. Ketebalan pipa hasil perhitungan digunakan  untuk memilih schedule pipa yang ada di pasaran. Salah satu Code yang sering menjadi referensi

Contoh perhitungan kapasitas conveyor 2000 tph

Batu bara sebagai fuel memegang peranan penting di PLTU . Umumnya Coal dari jetty ditransportasikan ke Coalyard/Coal bunker menggunkan conveyor. Standards CEMA memberikan guidance untuk mendesain conveyor, mulai dari design consideration, conveyor capacities, belt selection, idler, pulley design dan banyak lagi. Kali

Kapasitas Grab Type Ship Unloader dan Jetty Conveyor

Pada suatu powerplant khususnya PLTU berbahan bakar batubara, dibutuhkan fasilitas unloading/pembongkaran batubara yang dikirim dari kapal (Vessel) atau Tongkang (Barge). artinya dibutuhkan pelabuhan (jetty) dan peralatan untuk pembongkaran. untuk PLTU skala kecil mungkin hanya dibutuhkan excavator dan Dump Truck tetapi untuk

Sizing Coal Conveyor Berdasarkan Standard CEMA

Data awal yang diperlukan untuk mendesain belt conveyor adalah material yang akan dibawa dan kapasitas yang diinginkan. Selanjutnya engineer dapat mengikuti langkah-langkah pada Standard Conveyor Equipment  Manufacturers Association (CEMA) untuk menentukan size belt  yang sesuai. Langkah-langkah menentukan size belt Conveyor

Efek Ratio Reheat -Initial Pressure terhadap Effisiensi Siklus, HP Turbine Exit Temperature, dan LP Turbine Exit Quality

Salah satu cara untuk meningkatkan desain  effisiensi PLTU adalah dengan cara menambahkan reheat pada siklus termodinamika pembangkit tersebut.  secara fisik dapat dilihat pada desain boiler dan turbine yang didesain khusus untuk siklus reheat. Saat ini, hampir semua PLTU skala 300

Memprediksi Performa Steam Turbine Generator (Predicting Steam Turbine Generator Performance)

Sebagai Konsultan ataupun Kontraktor Engineering Procurement Construction (EPC) untuk Pembangkit listrik (powerplant) harus dapat memprediksi/memperkirakan performa steam turbine generator. Misalkan sebagai Konsultan baik Konsultan Feasibility Study, Konsultan Bidding, ataupun konsultan lainnya yang terkait dengan Performa Pembangkit Listrik yang belum dibangun,