Perancangan Sistem Tenaga Surya (Photovoltaic Design) Part 1

Saat ini hampir  semua  kebutuhan  energi listrik  rumah  tangga menggunakan  suplai dari  perusahaan  listrik.  Di Indonesia,  pada  umumnya,  pengusahaan  listrik  dilakukan  oleh PLN (Perusahaan  Listrik Negara).  Permasalahan  timbul ketika ada suatu kebutuhan  listrik (demand) yang oleh karena suatu hal tidak

Desain Pressure dan Wall Thickness Pipa Menurut ASME B31.1 Power Piping

Salah satu tahapan penting dalam mendesain pipa setelah ditentukan dimensi (diameter) pipa oleh Process Engineer, adalah menghitung wall thickness/ketebalan pipa. Ketebalan pipa hasil perhitungan digunakan  untuk memilih schedule pipa yang ada di pasaran. Salah satu Code yang sering menjadi referensi

ASD atau LRFD?

Metode ASD dan LRFD dalam desain steel structure telah lama dikenal. ASD merupakan metode yang bisa dikatakan lebih tua daripada LRFD sehingga para civil engineer lebih terbiasa dengan metode ini untuk mendesain struktur baja. Sampai saat ini pun metode ASD

Desain Pondasi Mesin (Part 1)

Di postingan sebelumnya, sudah dibahas sekilas tentang pondasi mesin. Nah, sekarang mari kita masuk ke tahapan desain… Untuk permulaan akan dibahas pondasi yang paling sederhana, yaitu block foundation. Desain Block Foundation Sebelum masuk ke tahapan desain, ada beberapa data yang

Studi Value Engineering

1. Persyaratan Studi Value Engineering Berdasarkan standar SAVE (2007), studi VE adalah aplikasi metode VE oleh para professional dengan menggunakan rencana kerja nilai (value job plan). Terdapat tiga syarat minimal dalam penerapan VE, yaitu: – Tim studi VE mengikuti seluruh

Contoh perhitungan kapasitas conveyor 2000 tph

Batu bara sebagai fuel memegang peranan penting di PLTU . Umumnya Coal dari jetty ditransportasikan ke Coalyard/Coal bunker menggunkan conveyor. Standards CEMA memberikan guidance untuk mendesain conveyor, mulai dari design consideration, conveyor capacities, belt selection, idler, pulley design dan banyak lagi. Kali

Kapasitas Grab Type Ship Unloader dan Jetty Conveyor

Pada suatu powerplant khususnya PLTU berbahan bakar batubara, dibutuhkan fasilitas unloading/pembongkaran batubara yang dikirim dari kapal (Vessel) atau Tongkang (Barge). artinya dibutuhkan pelabuhan (jetty) dan peralatan untuk pembongkaran. untuk PLTU skala kecil mungkin hanya dibutuhkan excavator dan Dump Truck tetapi untuk

Sizing Coal Conveyor Berdasarkan Standard CEMA

Data awal yang diperlukan untuk mendesain belt conveyor adalah material yang akan dibawa dan kapasitas yang diinginkan. Selanjutnya engineer dapat mengikuti langkah-langkah pada Standard Conveyor Equipment  Manufacturers Association (CEMA) untuk menentukan size belt  yang sesuai. Langkah-langkah menentukan size belt Conveyor

Efek Ratio Reheat -Initial Pressure terhadap Effisiensi Siklus, HP Turbine Exit Temperature, dan LP Turbine Exit Quality

Salah satu cara untuk meningkatkan desain  effisiensi PLTU adalah dengan cara menambahkan reheat pada siklus termodinamika pembangkit tersebut.  secara fisik dapat dilihat pada desain boiler dan turbine yang didesain khusus untuk siklus reheat. Saat ini, hampir semua PLTU skala 300

Memprediksi Performa Steam Turbine Generator (Predicting Steam Turbine Generator Performance)

Sebagai Konsultan ataupun Kontraktor Engineering Procurement Construction (EPC) untuk Pembangkit listrik (powerplant) harus dapat memprediksi/memperkirakan performa steam turbine generator. Misalkan sebagai Konsultan baik Konsultan Feasibility Study, Konsultan Bidding, ataupun konsultan lainnya yang terkait dengan Performa Pembangkit Listrik yang belum dibangun,