Efek Ratio Reheat -Initial Pressure terhadap Effisiensi Siklus, HP Turbine Exit Temperature, dan LP Turbine Exit Quality

Category : Mechanical

Salah satu cara untuk meningkatkan desain  effisiensi PLTU adalah dengan cara menambahkan reheat pada siklus termodinamika pembangkit tersebut.  secara fisik dapat dilihat pada desain boiler dan turbine yang didesain khusus untuk siklus reheat. Saat ini, hampir semua PLTU skala 300 MW keatas menggunakan sistem reheat.

Penentuan desain Reheat Pressure tentunya tidak sembarangan dipilih. Desain reheat pressure dipilih pada kondisi supaya menghasilkan peningkatan efisiensi siklus tertinggi. Grafik dibawah ini menggambarkan rasio reheat pressure/initial pressure (p2/p1) terhadap effisiensi, Temperatur exit HP Turbine(T2), dan Quality steam exit LP Turbine (X4) pada Siklus PLTU dengan temperature Main steam 2500 PSI (17 Mpa)  538 ˚C dan Reheat 538 ˚C

reheat press rasio

Grafik diambil dari Buku Powerplant Technology, M.M. El-wakil

(untuk mendapatkan tampilan yang lebih jelas silahkan di klik pada gambar)

Dari grafik diatas, dapat dilihat bahwa peningkatan effisiensi siklus tertinggi didapatkan pada ratio antara 0.2 – 0.3, menghasilkan peningkatan effisiensi sekitar ± 3,7 %, dengan Temperatur exit Steam dari HP turbine antara 300 -350 ˚C, dan Steam Quality exit LP Turbine menuju Condenser sekitar 80-90%

Dari sana bisa dilihat juga, ratio lebih dari 0,3 peningkatan efisiensi semakin menurun hingga nol pada ratio 1,0 yaitu dimana pressure reheat dan initial pressure adalah sama. Untuk ratio 0 – 0,2 bisa dilihat pula kenaikan effisiensi semakin menurun hingga minus atau dengan kata lain adanya reheat malah menurunkan effisiensi pembangkit.

Untuk mempermudah pemahaman, berikut salah satu contoh konfigurasi Siklus PLTU skala 300 MW dengan reheat

HBD

(untuk mendapatkan tampilan yang lebih jelas silahkan di klik pada gambar)

Dari Heat & Mass balance Diagram diatas bisa didapatkan data berikut:

  • Ratio P2/P1 = 3,363/16,67 =  0,201
  • T2 = 323,4 ˚ C
  • X4 = Steam Quality pada Enthalpi 2359 kJ/kg dan Pressure condensation 8 kPa adalah 90%

Dari HMBD diatas bisa diartikan bahwa grafik diatas  terbukti dan sudah diaplikasikan dunia industri Powerplant sendiri.

Avatar for Abdul Manan

Author: 

Mechanical Engineer at EPC Powerplant Company Author of www. pembangkitlistrik.com Contact Me at abdmnn@gmail.com

Related Posts

3 Responses

  1. Avatar for Abdul Manan

    JeJuly 13, 2016 at 7:55 pmReply

    Mas, setelah saya lihat, pendahuluan ini sangat bagus dan memberikan pemahaman general awal yang baik.

    Jika mas berkenan, saya mau minta dikirimkan contoh perhitungan lengkap Heat and Mass Balance Diagram dari suatu Reheat Power Plant, baik analisa equipment maupun dayanya. Kalau boleh bisa dikirimkan melalui email atau dimuat dalam postingan yang lain.

    Terima kasih mas.
    Salam

    • Avatar for Abdul Manan Author

      Abdul MananJuly 17, 2016 at 9:30 amReply

      Perhitungan HBD Powerplant pada aktualnya menggunakan software thermal seperti gatecycle, Thermoflow,atau sofware fabrikan steam turbine, dll. akan sangat sulit jika dilakukan secara manual

      pada kenyataannya di tahap pembangunan Powerplant, HBD dikeluarkan oleh fabrikan Steam Turbine- Generator karena terkait garantee produknya

  2. Avatar for Abdul Manan

    JeJuly 14, 2016 at 8:41 amReply

    Mas manan, jika berkenan saya boleh minta dikirimkan via email atau dipublish postingan lain mengenai contoh perhitungan lengkap mengenai Heat and Mass Balance pada reheat steam power plant. Terima kasih

Leave a Reply