Industrial Automation (Introduction)

Dahulu, sebelum dikenalnya dunia industri, pemenuhan kebutuhan pokok manusia dilakukan secara tradisional per individu sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Awal perkembangan manusia ditandai dengan eksploitasi manusia secara langsung terhadap materi yang ada di alam dengan berburu ataupun eksploitasi yang lain. Kemudian muncul ide manusia untuk menanam dan beternak dalam pemenuhan kebutuhan sehingga meminimalkan interaksi manusia secara langsung dengan alam. Semakin berkembangnya jaman, kebutuhan manusia semakin beragam dan meningkat jumlahnya. Hal ini berakibat pada kurangnya supply barang di pasaran jika dibandingkan dengan pemenuhan demand yang muncul. Hal ini berakibat pada naiknya harga kebutuhan pokok manusia dan yang tidak sanggup memenuhi kebutuhannya terpaksa harus mengalami kelaparan.

Munculnya revolusi industri yang ditandai adanya industrialisasi dalam pemenuhan kebutuhan sandang pangan dan papan manusia, menuntut adanya keseragaman kualitas dan tingginya kuantitas dalam beragam produk industri yang dihasilkan. Hal ini menuntut manusia sebagai operator dalam proses produksi tersebut untuk bekerja keras dalam mengawasi keseragaman kualitas produk yang dihasilkan dengan jumlah yang memenuhi demand pasar. Seiring dengan keterbatasan kemampuan manusia dalam pengawasan tersebut, kemudian muncul gagasan penggunaan Industrial Automation atau lebih dikenal Control System yang diharapkan mampu menjadi pembantu manusia dalam pengawasan proses produksi.

Secara umum, Industrial Automation memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Mampu meningkatkan produktivitas.
  2. Peningkatan kualitas produk
  3. Mengurangi biaya produksi
  4. Mengurangi sisa produksi

Selain beberapa manfaat di atas, manfaat lain yang dapat diperoleh dengan adanya industrial automation adalah kemudahan dalam pengendalian proses yang merupakan proses-proses berbahaya seperti industri penyulingan minyak, pengolahan bahan kimia berbahaya maupun industri pembangkit listrik. Selain itu, kemudahan penggantian produk dari produk A ke B dalam satu industri juga lebih mudah sehingga sangat dimungkinan satu industri mampu memproduksi berbagai macam produk.

Beberapa contoh penggunaan Automation dalam produksinya:

  • Pembangkit Listrik
  • Pengolahan Minyak dan Gas
  • Pabrik Kertas dan Pulp
  • Pengolahan Bahan Kimia
  • Pabrik Otomotif
  • Pabrik Makanan dan Pengemasan
  • Proses Pengolahan Hasil Pertanian
  • dll

Industrial Automation menjadi kebutuhan primer saat ini. Hampir semua sektor industri skala besar maupun kecil membutuhkan automation/otomasi sesuai dengan fungsinya di awal. Tujuan lain tentunya untuk alasan keselamatan manusia itu sendiri karena semakin berkurangnya interaksi manusia dengan proses industri yang dikendalikan maka akan semakin mengurangi kecelakaan kerja itu sendiri.

Setiap hal selalu mempunyai dua sisi. Selain memberi manfaat yang besar, otomasi industri juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan terbesar pada otomasi industri adalah:

  1. Tingginya Modal Awal, terutama dalam pengadaan perlengkapan otomasi.
  2. Adanya ketergantungan ke Maintenance/Perawatan komponen otomasi.

Yap, modal awal dan ketergantungan akan perawatan menjadi dua parameter penentu dalam dunia otomasi industri. Diperlukan perhitungan yang benar-benar teliti agar semua tenaga maupun biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Pembahasan lebih lanjut mengenai Otomasi Industri akan dibahas dalam postingan selanjutnya.

Related Posts

Leave a Reply